Rabu, 04 November 2015

Xmart Village 2.0, Program Desa Cerdas Persembahan XL Axiata

Siang kemarin cuaca begitu menyengat. Matahari tampak senang sekali menyorotkan sinarnya tepat di atas kepala orang-orang yang menderap langkah dalam kebisingan kota. Saya, termasuk salah satunya. Tapi, undangan Launching Xmart Village 2.0 dari XL Axiata begitu menarik hingga terik siang itu tidak mengurungkan niat saya untuk pergi.


Kemajuan teknologi sekarang ini dirasakan begitu pesat di wilayah perkotaan namun jangkauan ke daerah pedesaan masih belum optimal. XL menjadi pelopor untuk menerapkan inisiatif Xmart Village 1.0 yang pertama kalinya di desa Kamojang, kabupaten Bandung. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan kemudahan pada warga pedesaan akan akses teknologi komunikasi dan informasi, sama seperti yang didapat oleh masyarakat kota. Tentunya, program ini suatu inisiatif yang positif karena desa pun bisa sama cerdasnya dengan kota.

Kali ini, pada tanggal 27 Oktober 2015, XL menerapkan inisiatif yang sama yaitu Xmart Village 2.0 di dua desa di wilayah Jawa Barat yaitu di desa Lamajang, kabupaten Bandung dan desa Cipacing, kabupaten Sumedang. Hadir di acara launching ini yaitu Direktur & Chief Digital Officer XL, Ongki Kurniawan, Head of United Nations Development Partnership, Ade Swargo Mulyo, Ketua LPIK ITB, Prof. Dr. Suhono H. Supangkat, dan Kepala Diskominfo Propinsi Jawa Barat DR H Dudi Sudajat Abdurachim, MT.

Acara dibuka dengan penayangan video persembahan #XmartVillage2 yang benar-benar membuat bulu kuduk merinding. Betapa tidak, dari sebelumnya sulit melakukan promosi sekarang penduduk desa sudah bisa memanfaatkan layanan jualan online menggunakan smartphone, seperti BBM, Instagram dan layanan lainnya. Tidak kalah dengan orang kota pastinya.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan laju pariwisata di pedesaan. Ada beberapa langkah yang digelar oleh XL dalam program ini. Salah satunya adalah dengan menyiapkan situs khusus sebagai sarana promosi pariwisata desa. Cara ini diakui oleh Pak Ade, perwakilan desa Lamajang, yang mengakui bahwa sekarang desanya sudah lebih banyak dikenal oleh masyarakat luas. Untuk itu mereka tidak perlu mengeluarkan banyak biaya promosi karena dengan melalui internet semuanya bisa terkendali. Wisatawan yang datang melebihi ekspektasi dan penjualan karya rumahan penduduk desa pun banyak dilirik pengunjung. Ini artinya perekonomian desa ikut terangkat dan dengan keberhasilan ini, Pak Ade, berharap program ini bisa terus berinovasi dan lebih baik lagi.

Selain situs promosi wisata, XL juga membantu masyarakat desa dengan layanan SMS Blast, sebuah layanan penyebaran konten tentang daya tarik desa Lamajang dan Cipacing ke wilayah sekitar. Tak hanya itu, XL juga melengkapi program ini dengan pusat informasi yang fungsinya mirip dengan layanan call center. Menarik ya?

Tampilan situs yang dibuat oleh XL juga tak kalah menarik dengan situs-situs wisata yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat luas. XL menerapkan teknologi augmented reality juga signboard dengan Quick Respond Code yang dibantu pemasangannya oleh Institut Teknologi Bandung. Fungsi signboard ini hampir sama seperti papan penunjuk arah bagi para pengunjung yang membuka situs hingga mereka bisa mengakses jalan yang mudah agar bisa tiba di lokasi dengan cepat.

Desa Cipacing, yang terkenal dengan produksi senapan anginnya kini berbenah diri untuk memperkenalkan produk unggulan desa yang lain. Masih banyak daya tarik desa mereka yang bisa mengundang lebih banyak wisatawan datang ke Cipacing. Pentingnya pembangunan dan pemberdayaan desa ini dijelaskan lebih lanjut oleh pakarnya Kota Cerdas atau Smart City, Prof. Suhono Harso Supangkat dari ITB. Tujuan utama pembangunan desa ini diharapkan tidak terjadi urbanisasi besar-besaran dimana warga desa lupa untuk memberdayakan potensi desanya sendiri. Pak Ade dari UNDP menambahkan alasan pelaksanaan program ini di desa di wilayah Jawa Barat sebagai pilot projeknya karena untuk mengimplementasikan inisiatif ini dibutuhkan proses digitalisasi dengan ketersediaan koneksivitas jaringan yang memadai di pedesaan. Jadi, untuk wilayah Indonesia Timur, masih akan diupayakan ketersediaan koneksivitasnya agar program bisa dilangsungkan disana. Yang pasti program pemberdayaan masyarakat desa ini akan menjadi program unggulan dari XL yang berkelanjutan.

Oh iya, sepanjang acara ini berlangsung, kami disuguhi sajian karawitan gabungan kedua desa, Lamajang dan Cipacing, yang keren banget. Suara sinden yang melengking namun lembut membuat saya makin menikmati keseluruhan acara. Maklum, dulu saya juga orang karawitan, jadi serasa kembali ke saat gemilang di dunia kesenian bersama teman-teman kuliah.  Dan yang meramaikan acara ini adalah pembagian door prize berupa hadiah XL Tunai dan dua smartphone bagi hadirin yang menggunakan kartu XL. Sayang, saya belum ketiban rejeki kali ini. See you in the next XL event!

Tulisan ini dari Anovia.