Berat badan bukan hal penting bagi kebanyakan orang. Meski ada pula yang terobsesi. Memeriksa secara berkala. Murka jika jarum bergerak makin ke kanan.
Semoga Anda bukan salah satunya. Karena menurut penelitian terbaru, terlalu sering memeriksa berat badan bisa jadi tanda Anda depresi. Demikian dilansir Fox News.
"Penelitian ini menemukan bahwa bagi sebagian remaja dan dewasa muda, menimbang berat badan berhubungan dengan buruknya kesehatan psikologis. Sebaiknya kita berhati-hati saat merekomendasikan strategi menjaga berat badan, karena bisa jadi cara itu tak menguntungkan bagi sebagian orang," papar ketua penelitian Carly R. Pacanowski, dari University of Minnesota di Minneapolis.
Pacanowski dan timnya mengumpulkan data sekitar 2ribu remaja di bangku SMP dan SMA. 57 persen dari mereka perempuan. Dalam proses wawancara, mereka ditanya seputar kekhawatiran akan berat badan, juga kepuasan mereka terhadap bentuk tubuh. Berat badan mereka ditimbang dan diukur pada 1998. Lalu lagi pada 2003 dan 2008.
Hasilnya menunjukkan perempuan yang sering menimbang berat badan mengalami sejumlah isu. Termasuk meningkatnya tanda-tanda depresi. Sementara para pria hanya ditemukan kaitan antara frekuensi menimbang dan kekhawatiran akan berat badan.
Pun demikian, Pacanowski menegaskan batasan penelitiannya. Tidak dapat disimpulkan apakah menimbang berat badan menyebabkan rasa percaya diri menurun, atau rendahnya rasa percaya diri menyebabkan remaja dan dewasa muda lebih sering menimbang berat badan.
Menjaga berat badan demi kesehatan disarankan, namun sebaiknya Anda tidak terobsesi dengannya. Perhatikan tanda-tandanya seperti dilansir How Stuff Works.
1. Terlalu sering berolahraga
2. Menghitung dan membatasi kalori secara berlebihan
3. Terus-terusan menimbang berat badan
4. Menganggap bagian tubuh tertentu tidak berbentuk ideal.
5. Pola makan bermasalah.
Tulisan ini dari Beritagar.