Jumat, 30 Oktober 2015

Balon Google Segera Mengangkasa Di Atas Indonesia

Rencana ambisius Google untuk menghubungkan semakin banyak orang dengan internet berkecepatan tinggi lewat Project Loon semakin nampak nyata. Tiga operator telekomunikasi terbesar dari Indonesia -- Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata -- pada 2016 berencana melakukan uji coba memancarkan internet memanfaatkan balon yang menggantung di langit ke seluruh wilayah nusantara.


Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi Google untuk meraih semakin banyak pengguna. Sayangnya dua pertiga orang Indonesia belum merasakan internet kecepatan tinggi.

Mike Cassidy, Wakil Presiden Project Loon, mengatatakan bahwa perusahaan induk Google Alphabet berniat untuk membawa internet bagi 100 juta rakyat Indonesia yang belum terhubung itu.

Cassidy dan pendiri Google Sergey Brin mengumumkan kesepakatan ini dalam sebuah konferensi pers di markas Google di Mountain View, California dengan menggelembungkan sebuah balon helium sebagai latar belakang.

Project Loon merupakan bagian dari Google X, proyek-proyek eksperimen Google yang rahasia seperti mobil tanpa pengemudi, yang dijalankan oleh induk perusahaan Google Alphabet.

Loon memancarkan internet dari balon-balon yang terbang mengitari bumi pada ketinggian dua kali lipat daripada ketinggian pesawat komersial. Balon-balon ini membantu operator telekomunikasi seluler untuk menjangkau lebih banyak pengguna di pelosok wilayah tanpa perlu menggelar kabel serat optik atau menara pemancar.

Google X menganggap kerjasama dengan tiga operator sebagai batu loncatan bagi Indonesia yang koneksi internetnya lambat dan tidak merata.

"Sesekali, berada di luar jangkauan komunikasi adalah hal yang baik. Namun untuk mereka yang tak terjangkau telekomunikasi setiap harinya, hal ini menjadi kelemahan dan kesulitan," ujar Sergey Brin seperti dilansir KOMPAS Tekno.

"Dalam waktu beberapa tahun ke depan, kami berharap Project Loon dapat bermitra dengan penyedia lokal untuk membangun koneksi Internet berkecepatan tinggi berbasis LTE agar dapat menghubungkan lebih dari 100 juta penduduk yang belum terhubungi--kecepatan ini baik untuk situs-web, menonton video, dan melakukan pembelian online," ujar Cassidy seperti dikutip NBC News.

"Dari Sabang sampai Merauke, banyak dari masyarakat ini tinggal di wilayah tanpa infrastruktur Internet yang sudah ada saat ini, jadi kami berharap Internet bertenaga-balon ini dapat suatu saat nanti membantu mereka agar memiliki akses informasi dan kesempatan yang ada di Internet," lanjut Cassidy.

Kesepakatan tiga operator dengan Google ini masih berupa kerja sama uji teknis sehingga belum ada pembicaraan soal komersialisasi di antara perusahaan.

"Biaya juga ditanggung masing-masing. Bagi pihak Telkomsel sendiri juga kecil biaya yang dikeluarkan," ujar Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah kepada Detikinet.

"Ini masih pembahasan awal, sebagai program inisiatif. Selanjutnya baru akan diputuskan lebih lanjut," ujar Direktur Utama Indosat Alexander Rusli pada kesempatan yang sama.

Syarat Dari Petinggi Telkom

Seperti pernah diwartakan Beritagar.id, Direktur Innovation and Strategic Portfolio Telkom, Indra Utoyo, mengaku pihaknya setuju dengan kerja sama teknologi balon raksasa Google dengan catatan pemerintah mau memperhatikan sejumlah pertimbangan.

"Telkom tidak menentang rencana Presiden Jokowi untuk mendatangkan balon Google ke Indonesia sepanjang rencana implementasi tersebut mempertimbangkan beberapa hal," kata Indra Utoyo, seperti dikutip Detikcom.

Pertimbangan yang dimaksud Indra antara lain implementasi kerja sama teknologi balon raksasa Google tersebut ditujukan pada daerah-daerah terpencil atau remote area karena daerah tersebut belum atau sulit terjangkau oleh infrastruktur broadband khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

Indra mensyaratkan agar implementasi balon Google harus bermitra dengan operator telekomunikasi nasional.

Tulisan ini dari Beritagar.